Sunday, November 14, 2010

dunia mesin jahit

Terinspirasi ketika menonton siaran dari sebuah televisi dengan program siaran yang berjudul tepi jaman yang salah satunya menyinggung mesin jahit. Entahdari tepi sebelah mana dia membidik, tetapi hal tersebut menurut pendapat saya pribadi sangat berlawanan dengan fakta yang saya lihat.
seiring dengan berkembang atau kemajuan zaman ini, mesin jahit dengan segala dunianya merupakan fenomena yang menarik dan eksistensinya sangatlah dibutuhkan oleh banyak orang diberbagai belahan dunia ini. lebih-lebih dengan tumbuhnya sekolah-sekolah ketrampilan tata busana serta kursus-kursus private, maka alat ini menjadi syarat utama yang harus mereka miliki, ada yang membeli baru dari toko ada pula yang membeli bekas pakai dan ada pula yang mereka peroleh dari nenk ke ibu hingga ke anak-anaknya.

terutama di daerah sentra industri kecil usaha konveksi, mesin jahit sangatlah berjasa bagi ibu-ibu rumah tangga yang kadang-kadang dipakai bergantian dengan anak gadisnya untuk memperoleh uang jajanya sendiri.
Singkatnya menjahit dan segala seninya tetap memberikan prospek yang menjanjikan, apabila seseorang dengan modal utama yaitu kemauan dan ketekunan belajar, melatih kedua tanganya secara kontinyu tentulah dia akan semakin terampil dan handal seperti contoh berikut :
Baru-baru ini ketika saya ke kota surabaya yang merupakan salah satu kota metro politan di indonesia , saya bertanya kepada seorang karyawati disebuah bridal house (rumah jahit wanita) yang sedang memasang perhiasan manik-manik diatas lembaran kain, "berapa mbak ongkos membuat baju pengantin disini?"  akhirnya dia bercerita tentang segala tingkat kesulitan dan lama dalam massa pembuatanya, ongkosnya bisa mencapai 500rb s/d 650rb.
Lain lagi dengan taman di kampung saya, dia adalah seorang ahli dan spesialis pembuat jass yang mana keahlian ini dia peroleh  dari ayahnya yg sudah profesional, dalam hal ini dia hanya bekerja di rumah dan menerima pekerjaan ini dari berbagai tailor-tailor yang tidak dapat mengerjakanya sendiri. untuk sebuah jass dia menyelesaikanya dalam jangka waktu antara 4 s/d 6 hari, tarif ongkosnya rata-rata 400 s/d 450 ribu rupiah.
di daerah saya memang banyak sekali tailor-tailor atau penjahit pakaian pria atau wanita dan juga generasi tukang jahit ini termasuk tukang embordirnya terus berkembang dan mereka menyebar keseluruh tanah air bahkan sampai ke luar negeri.
saya sendiri mempunyai teman seorang penjahit khusunya penjahit khusus Pria jenis kemeja dan hem. menurut saya ditemukan bahan plastik dan di produksi dalam berbagai bentuk, dia pun ikut memanfaatkan penggunaanya maka dia menemukan keunggulan yang khas.
salah seorang anaknya sebaya dan sekelas, di sekolah dulu pernah mengajak saya disuruh mengantar baju yang sudah selesai dijahit ke rumah seorang pemilik perusahaan rokok yang terkenal, dlm sebuah bungkusan ternyata berisi 8 buah baju lalu pulangya disuruh membawa lagi 8 potong kain bahan baju untuk  dijahit lagi. itu terjadi berulang-ulang pada setiap hari sabtu sore, hingga ke-7 orang anak-anaknya tumbuh dewasa semua. dia cukup bekerja dirumah saja di bantu oleh istri. Selain kualitas jahitan yang rapi dan rajin jadi lah sebuah karya dan ditambah lagi ciri yang khas yaitu p0ada bagian leher atau krah baju yang kelihatan halus, tipis dan licin bisa menambah lebih beribawa, presticius bagi orang yang memakai. Itu semua rupanya menjadikan dia memiliki pelanggan tetap seperti di atas................................pagi dipakai siang di buang kali yeee.............begitulah yang ada dalam pikiran saya..lalu bagaimana dengan anda....???? Mungki tulisan diatas bisa digunakan untuk bahan pembicaraan atau dapat menjadi motivasi/mendorong semangat teman-teman, keluarga, atau siapa saja....

Kemudian ini adalah himbauan atau saran yang sangat penting dari saya :
          berhatilah - hatilah apabila anda hendak membeli atau sekedar hanya ingin memiliki sebuah mesin jahit. jangan sampai tertarik pada penampilanya saja, juga jangan mudah percaya pada seorang selles yang akan memberi jaminan pelayanan purna jual. kadang-kadang ini terjadi dalam pameran dagang, sebab mesin jahit dengan penampilanya yang sekarang kebanyakan sparepart nya terbuat dari bahan plastik, karet yang itu semua dalam waktu lama bisa lapuk dan tidak ada penggantinya, karna toko-toko memang tidak ada yang menjual barang tersebut.
            Sepertinya mesin jahit tersebut adalah merupakan hasil produk yang gagal tidak laku di pasar internasional dan negara kita hanya dijadikan tempat pembuangan ..... sungguh ngeri sekali yaa...???

No comments:

Post a Comment